Bertakwa dan Menyambung Silaturrahim

Bertakwa dan Menyambung Silaturrahim

Abdullah Saleh Hadrami

Allah ?Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada TuhanMu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.?
(Surat 4 An-Nisaa? (Wanita) Ayat 1)

Kadungan Ayat:

- Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
- Seruan untuk bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
- Allah menciptakan kita dari diri yang satu yaitu Nabi Adam ?Alaihis Salam.
- Allah menciptakan isteri Nabi Adam yaitu ibunda Hawa ??Alaihassalam dari tulang rusuk Nabi Adam.
- Perempuan diciptakan dari tulang rusuk sehingga ada kecenderungan untuk selalu bengkok.
- Diperlukan pengertian dari pihak suami dalam mendidik isterinya demi keharmonisan kehidupan rumah tangga.
- Dari keduanya (Adam dan Hawa), Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak di seluruh penjuru dunia.
- Ayah dan ibu kita adalah satu yaitu Nabi Adam dan ibunda Hawa.
- Pentingnya bertakwa kepada Allah sehingga diulang dua kali dalam satu ayat.
- Yang dimaksud saling meminta dengan nama Allah adalah kebiasaan orang Arab mengucapkan: ?As aluka billah? artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.
- Perintah untuk menyambung silaturrahim dan larangan memutuskannya.
- Silaturrahim adalah menyambung hubungan dengan keluarga dan famili yang telah terputus, baik yang dekat ataupun yang jauh.
- Menyambung silaturrahim bisa berbentuk kunjungan, telpon, surat-menyurat, do?a, bantuan dan pertolongan.
- Puncak silaturrahim adalah berbakti kepada ibu dan bapak kita.
- Hendaklah kita selalu sabar untuk menyambung silaturrahim walaupun keluarga dan famili kita memutuskannya.
- Silaturrahim menyebabkan rizki dan umur kita ditambah atau diberi berkah oleh Allah.
- Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturrahim.
- Semua perbuatan kita selalu dalam pengawasan Allah dan kelak akan dibalasi dengan pembalasan yang setimpal.

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

echo ' echo '