Al-Quran dan Hadist Terbukti Ampuh Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup


Para aktivis lingkungan hidup melakukan kampanye sadar lingkungan bagi masyarakat Tanzania dengan cara pendekatan agama. Mereka memanfaatkan ayat-ayat Al-Quran dan hadist sebagai alat yang efektif untuk menyadarkan masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Al-Quran memuat prinsip-prinsip etika dalam menjaga dan berhubungan antara manusia dengan mahkluk hidup lainnya, yang bisa membentuk dasar-dasar etika bagi konservasi lingkungan hidup, ” tukas Fazlun Khalid, direktur dan pendiri Islamic Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) Tanzania, seperti dikutip Christian Science Monitor.

IFEES yang berbasis di Inggris, adalah salah satu organisasi yang pada tahun 1998 meluncurkan proyek penyadaran kelestarian lingkungan dengan menggunakan basis ajaran Islam. “Kami mencari ajaran-ajaran yang sudah terlupakan itu dan mengumpulkannya kembali dalam bentuk yang modern, ” kata Khalid.

Bekerjasama dengan CARE-organisasi bantuan untuk memberantas kemiskinan di dunia-IFEES menggelar pertemuan dengan para pemuka agama dan para nelayan untuk mendiskusikan bagaimana hubungan antara ayat-ayat yang ada dalam al-Quran dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan.

Dengan menggunakan ayat-ayat al-Quran serta hadist, mereka berusaha meyakinkan para nelayan untuk tidak lagi menggunakan dinamit, jala dan tombak ketika menangkap ikan.

IFEES juga bekerjasama dengan Misali Island Conservation (MICA)-lembaga yang bergerak dalam perlindungan terumbu karang-untuk melatih para imam-imam masjid di Tanzania agar mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lewat khutbah-khutbah Jumat mereka.

Proyek ini membuahkan hasil setahun setelah diluncurkan, terutama di Misali dan kepulauan Zanzibar yang didominasi warga Muslim.

“Saya sekarang tahu bahwa cara saya menangkap ikan selama ini sudah merusak lingkungan. Konservasi ini bukan dari mzungu (kata untuk menyebut orang kulit putih dalam bahasa Swahili, yang digunakan di seluruh Afrika Timur-red), tapi dari al-Quran, ” ujar Salim Haji, seorang nelayan di sebuah pulau kecil.

Saat ini, banyak nelayan di Misali yang sudah mengganti alat penangkap ikannya dengan alat yang lebih ramah lingkungan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Proyek konservasi berbasis ajaran Islam, juga membuahkan hasil yang positif di Pemba, sebuah pulau kecil di wilayah Tanzania. Menurut Ali Abdullah Mbarouk, manajer proyek untuk CARE, masyarakat di kepulauan itu lebih menerima himbauan yang didasarkan pada ajaran-ajaran agama.

Direktur IFEES Fazlun Khalid optimis, upaya konservasi lingkungan dengan berbasiskan ajaran Islam juga bisa diterapkan di negara-negara Muslim lainnya. Saat ini, IFESS juga sedang melakukan proyek rehabilitasi hutan mangrove di Aceh dan proyek pelestarian hutan di Sumatera, bersama komunitas lingkungan hidup di Indonesia.

“Kami akan memulainya dari hal yang sederhana, seperti di Misali dan akan memberdayakan desa-desa lewat para pemuka agama. Mereka adalah orang-orang yang tepat untuk menghimbau masyarakat bahwa memanfaatkan dan melestarikan sumber daya alam adalah tanggung jawab semua masyarakat, ” tandas Khalid. (ln/iol) eramuslim.com

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *