Pelurusan Berita tentang penusukan PENDETA HKBP yang terjadi di daerah Ciketing, Bekasi.

Bismillahirrohmanirrohim…

Semoga dengan membaca note ini, bisa membuka hati dan pikiran kita, karena pemberitaan di media nasioal tidak berimbang dan sangat menutupi kejadian sebenarnya….

Berawal, duapuluh tahun yang lalu, umat Islam Bekasi salalu menunjukkan skap TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap HKBP dengan membiarkan jemaat HKBP untuk melakukan kebaktian setiap Ahad dirumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya-Ciketing, Bekasi. Umat Islampun tetap tidak protes dengan adanya jemaat yang datang dari daerah luar perumahan tsb, bahkan luar Bekasi ketempat tersebut. Tidak pernah ada tangan2 usil apalagi mengganggu acara kebaktian yang selalu dilakukan di rumah tersebut…..

Seiring dengan makin banyaknya jemaat HKBP yang datang ketempat tersebut dari berbagai daerah, maka jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Mereka mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas beragama Islam. Mereka seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa. Puncaknya mereka ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Sekalipun kesal, marah, dan kecewa, umat Islam Bekasi tetap patuh pada koridor hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR itu disegel oleh Pemkot Bekasi. Tetapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIARnya bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ketempat lain secara sah dan legal mereka TOLAK…

Sudah sampai tigakali rumah yang dijadikan tempat tinggal tsb di segel oleh pihak Pemkot Bekasi. Akhirnya jemaat HKBP menggunakan tanah lapangan yang jauhnya 3 km dari GEREJA LIAR mereka..Setiap Ahad, mereka akan konvoi dari GEREJA LIAR mereka ke tanah lapangan tsb. sambil menyanyikan lagu-lagu gereja. Tidak tanggung-tanggung 200 orang yang konvoi menempuh jarak 3 km..Tidakkah ini sangat mengganggu jalan untuk berlalu lintas, tidakkah suara-suara nyanyian ini ini sangat mengusik warga yang mayoritas umat Islam???!!!

Pada Ahad tanggal 8 Agustus 2010, 3 hari menjelang Ramadhan terjadilah insiden antara HKBP dengan warga muslim. Dalam insiden tersebut, DUA PENDETA HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakannya…

tereksposkah oleh media akan hal ini????!!!TIDAK!

Ketika suasana masih Idul Fitri, 12 September 2010 (3 Syawal 1431 H). Pendeta dan jemaat HKBP kembali melakukan konvoi liar, sebagaimana yang dulu pernah mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 pemuda warga muslim (dijadikan tersangka) yang berpapasan saat konvoi. Mereka saling serang, saling pukul saling tusuk dan saling terluka… kesembilan pemuda warga muslim yang berpapasan juga terluka, patah tangan bahkan ada juga yang TERTUSUK!!!Terkesposkah oleh media nasional akan berita ini??? TIDAK!!Yang terekspos hanya PENDETA DITUSUK. Bahkan sempat diberitakan korban TEWAS. Ternyata tidak tewas. Dan yang membawa senjata tajam bukan dari pihak pemuda warga muslim, karena mereka hanya kebetulan berpapasan, tidak ada niat untuk menghadang seperti yang diberitakan oleh media nasional.

Hari ini tanggal 17 september 2010, warga muslim Bekasi mengadakan Aksi damai setelah sholat Jum’at di Masjid NURUL ISLAM, ISLAMIC CENTER Bekasi dimulai dengan tabligh Akbar disertai pemaparan kronologi insiden dan dilanjutkan Longmarch ke Kantor Walikota Bekasi dengan tuntutan: HKBP harus keluar dari daerah Ciketing. tuntutan tersebut dipenuhi secara tertulis oleh Wakil Walikota Bekasi Rahmat Effendi, atas nama Walikota Bekasi. Tereksposkah oleh media Nasional???TIDAK..!!

sumber: Salih Mangarai SItompul. Islamic center Bekasi, Ba’da jum’at….

“mereka ingin membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Padahal Alloh adalah sebaik-baik pembalas makar….”

One Comment

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *