Perang Proksi atau Proxy War

IMG_1375

Perang Proksi atau Proxy War

Disarikan dari berbagai sumber oleh @AbdullahHadrami

Pengertian proxy war adalah perang terselubung di mana salah satu pihak menggunakan orang lain atau pihak ketiga untuk melawan musuh. Dengan kata lain, proxy war artinya perang tidak tampak menggunakan cara-cara halus untuk menghancurkan dan mengalahkan lawan menggunakan pihak ketiga.

Ancaman Perang Proksi ini sangat berbahaya karena negara lain yang memiliki kepentingan tidak langsung berhadapan. Perang ini menakutkan lantaran musuh tidak diketahui. Kalau melawan militer negara lain, musuh mudah dideteksi dan bisa dilawan. Kalau perang proksi, tahu-tahu musuh sudah menguasai bangsa ini.

Perang modern tidak lagi melalui senjata, melainkan menggunakan pemikiran dan cuci otak.

Contoh proxy war nyata;
Amerika Serikat secara terselubung melalui sebuah konspirasi dan desain besar ingin menguasai sumber daya alam di negara Iraq. Namun, hal itu dirahasiakan dan tidak dinyatakan secara terbuka. Mereka memilih untuk perang dengan cara proxy menggunakan “orang lain”.

Orang lain (pihak ketiga) yang dimaksud adalah memanfaatkan pertikaian antara Sunnah dan Syi’ah. Mereka kemudian bergerilya atas nama jihad atau agama, padahal yang diuntungkan adalah Amerika.

Akibatnya, Iraq dijajah secara tak kasat mata yang berujung pada kerusuhan, bentrok, ketidakamanan, bahkan sampai pada penjajahan sumber daya alam (SDA) berupa penguasaan tambang minyak mentah, gas dan masih banyak lagi lainnya.

Meski tidak dijajah secara fisik-nyata, tetapi Amerika atau Asing berhasil menjajah bangsa dan negara lain melalui proxy war. Dalam khasanah kosakata bahasa Jawa, istilah perang proxy artinya “nabok nyilih tangan.”

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kata nabok nyilih tangan artinya memukul dengan meminjam tangan (orang lain). Itulah ilustrasi yang bisa mempermudah Anda untuk memahami arti dan makna kata perang proxy war yang sesungguhnya.

Mari kita waspada jangan sampai kita mau diadu domba. Semoga Allah menjaga dan melindungi NKRI dari siapa saja yang berniat merusaknya, aamiin.

Semoga bermanfaat.

Jakarta, Pondok Bambu Town House
Ahad, 19 Rajab 1438 / 16 April 2017

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *